Monday, April 6, 2015

Menerima kekurangan pasangan

��Menerima Kekurangan Pasangan

�� SEBAIK-BAIK WANITA ADALAH ENGKAU ��

Untuk menjaga keutuhan rumah tangga dan keharmonisan rumah tangga agar cinta selalu bersemi  sepanjang masa walaupun ditelan waktu dan usia, selayaknya seorang suami jangan pelit untuk mengungkapkan perasaan  cinta dengan tutur kata yang  romantis kepada istrinya, karena kata-kata yang baik itu adalah shodaqoh...

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:

كل سلامى عليه من الناس صدقة، كل يوم تطلع فيه الشمس صدقة، وتعين الرجل في دابته فتحمل عليها او ترفع له عليها متاعه صدقة، والكلمة الطيبة صدقة، و بكل خطوة تمشيها الى  الصلاة صدقة...

Setiap persendian yang ada di tubuh manusia ada kewajiban shodaqoh, setiap kali matahari terbit, ketika engkau mendamaikan dua orang yang bertikai adalah shodaqoh, engkau membantu seseorang untuk menaiki kendaraannya atau membawa barang ke atas kendaraannya adalah shodaqoh, kata-kata baik adalah shodaqoh, dan setiap langkah yg engkau langkahkan untuk sholat adalah shodaqoh..

Mari kita perhatikan kata-kata romantis seorang sahabat mulia Thalhah bin Ubadillah kepada istrinya yang membuat  hati istrinya tersanjung dan tambah bersemi cintanya kepada sang suami tercinta ...

Diceritakan bahwa  suatu ketika Tholhah bin Ubadillah memasuki rumah dalam keadaan murung dan galau,  istrinya yang bernama Su'da tidak mengetahui apa penyebabnya, Su'da adalah seorang wanita yang peka perasaanya, dia mendatangi suaminya yang sedang galau dan bertanya kepadanya:

"Ada apa gerangan suamiku? Apa yang membuatmu murung dan galau? Apakah karena kelalaianku dalam menunaikan kewajibanku kepadamu? Jika memang itu penyebabnya, aku bertaubat dan aku akan memperbaiki kelalaianku ..."

Tholhah menjawab : "Aku galau bukan karena sebabmu wahai istriku, SEBAIK-BAIK WANITA ADALAH ENGKAU ...
Akan tetapi yang menyebabkan aku murung dan galau adalah: aku mempunyai banyak uang, dan aku tidak tahu apa yang harus aku perbuat dengan uang ini?

Su'da seorang wanita yang zuhud (cinta akhirat), tatkala mengetahui jawaban suaminya bahwa penyebab galaunya suami bukan dirinya, akan tetapi uang yang ada pada suaminya, maka Ia menyarankan kepada suaminya agar uang tersebut  dibagikan kepada kaumnya

ادع قومك واقسم بهم

Panggilah kaummu dan bagikan kepada mereka

Lalu Tholhahpun segera memanggail kaumnya dan membagikan uang tsb.

Semoga bermanfa'at
÷%÷%÷%÷%÷%÷

Nuruddin Abu Faynan
Makkah 16/06/1436 H.

-------------------------
�� Repost: WA Dakwah Jalyat Unaiza_Indo (Copas dari group WA ملتقى الدعاة الى الله)

�� WA AAN

��Menerima Kekurangan Pasangan

⤵Kurang berarti tidak cukup, di bawah harapan, under standar. Namanya saja kurang, tak ada orang yang mau, karena ia tidak sesuai dengan harapan yang biasanya melahirkan masalah. Kurang adalah pahit dan terbatas, karenanya semua orang mau melepehnya. Namun celakanya sesuatu yang pahit dan getir ini justru ada pada setiap orang, termasuk suami atau istri Anda, bahkan Anda pun tak terkecualikan darinya.

➡Sesuatu yang pasti ada namun pahit, karena itu menerimanya jadi mandan, rada susah dan relatif sulit, bahkan ada beberapa orang yang kurang bisa menerimanya atau paling tidak dalam kondisi tertentu lahir indikasi tidak menerima, hingga akhirnya muncul kekesalan terhadapnya, lebih-lebih bila ternyata kekurangan ini lalu menjadi yang tertuduh, kambing hitam persoalan.

⤵Anggaplah kekurangan pasangan melahirkan persoalan, akan tetapi bukankah dia juga memiliki kebaikan-kebaikan? Dan secara umum kebaikannya lebih besar dan lebih banyak. Karena itu Anda jangan melulu memandang dengan mata marah dan kesal, karena lumrah kalau dalam kondisi marah dan kesal, yang terlihat di depan mata adalah keburukan.

��Imam asy-Syafi’i berkata,

عَيْنُ الرِضَا عَنْ كُلِّ عَيْبٍ كَلِيْلَة
كَمَا أَنّ عَيْنَ السُخْطِ تُبْدِى المَسَاوِيَ

Mata kerelaan itu buta terhadap segala aib
sebagaimana mata kebencian membuka keburukan

Al-Qur`an mengajak melihat dua sisi, kelebihan dan kekurangan secara berimbang, dalam konteks perceraian yang biasanya terjadi dalam kondisi benci, ayat al-Qur`an memerintahkan untuk tidak melupakan keutamaan di antara pasangan, firman Allah,(yang artinya) “Dan janganlah kamu melupakan keutamaan di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Melihat segala apa yang kamu kerjakan.” (Al-Baqarah: 237).

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda dari Abu Hurairah,

لاَيَفْرَكْ مُؤْمِنٌ مُؤْمِنَةً إِنْ كَرِهَ مِنْهَا خُلُقًا رَضِيَ مِنْهَا آخَرَ.

“Hendaknya seorang mukmin tidak membenci seorang mukminah, jika dia tidak menyukai satu perangainya niscaya dia menyukai yang lain.” (HR. Muslim).

��Tidak ada manusia tanpa kekurangan dan kekeliruan termasuk Anda. Jika itu yang ada dalam pikiran Anda, bukankah hal yang sama juga ada dalam pikiran pasangan Anda? Kalau begitu kapan Anda dengan pasangan berbaikan bila yang ada dalam pikiran hanya kekurangan semata? Bacalah ucapan penyair ini.

مَنْ ذَا الَذِى تُرْضَى سَجَايَاه كُلُّهَا
كَفَى بِالمَرْءِ نُبْلاً أَنْ تُعَدَّ مَعَايِبُهُ

Siapa gerangan yang seluruh sifatnya diterima
cukuplah seseorang itu dianggap baik jika aib-aibnya terhitung

➡Itu kekurangan dari sisi orang lain yang memandang, bagaimana dari sisi pemiliknya? Tak ada manusia yang bersih dari kekuarangan, maka tak ada jalan lain kecuali usaha memperbaikinya, memang Anda tak akan pernah bisa membuangnya sebersih-bersihnya, tak jadi soal karena ia bukan bisnis Anda, sebaliknya bisnis Anda hanya sebatas mengupayakan diri melepaskan diri dari kekurangan, kalau pun tidak bisa semuanya, paling tidak ada sedikit yang terbuang dan itu sudah cukup. Wallahu a’lam.

Sumber: Alsofwah.or.id

Publis ulang oleh

www.KisahMuslim.com

Agama Adalah Nasehat

No comments:

Post a Comment